Rabu, 08 Juli 2026

Resume Seminar Internasional

Resume Seminar Internasional

Nama: Lulu Septiani

NIM: 43224010046

Drive Resume Seminar Internasional Lulu Septiani (4/6/26): https://drive.google.com/drive/folders/1LwgrFuxAzxxn0muR8IwsFSyW8vhc18it

Narasumber: Crissy Guerrero ( Wakil Ketua FFTI)

Berdasarkan pemaparan narasumber, dapat disimpulkan bahwa Fair Trade merupakan konsep perdagangan yang bertujuan menciptakan hubungan yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya pelaku UMKM, petani, dan pengrajin. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) berperan tidak hanya sebagai wadah kegiatan dan kolaborasi, tetapi juga sebagai penggerak lahirnya kebijakan yang mendukung penerapan prinsip fair trade di Indonesia. Narasumber menjelaskan bahwa FFTI memiliki kekuatan berupa jaringan anggota yang cukup luas dan aktif dalam mendorong perdagangan yang lebih berkeadilan. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah pasar fair trade yang hingga saat ini masih lebih banyak bergantung pada pasar luar negeri. Oleh karena itu, FFTI berupaya mengembangkan pasar fair trade domestik, membangun Rumah Fair Trade sebagai pusat aktivitas dan kolaborasi, serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak strategis lainnya. Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan prinsip-prinsip fair trade dapat diterapkan lebih luas di berbagai sektor sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.


Narasumber: Arief Bowo Prayoga K,Ph.D., C.ICB., C.SBA., C.SM. ( Dosen Universitas Mercu Buana)

Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. Narasumber menjelaskan bahwa paradigma bisnis global telah berubah, di mana keberhasilan usaha tidak lagi hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Konsep ESG menjadi standar baru yang semakin diperhatikan oleh investor, konsumen, dan pasar internasional. Dalam konteks ini, Fair Trade hadir sebagai salah satu bentuk implementasi ESG yang nyata karena mendorong perdagangan yang adil, meningkatkan kesejahteraan produsen kecil, serta mendukung praktik usaha yang ramah lingkungan. Namun, penerapan ESG pada UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, kurangnya pemahaman dan pelatihan, hingga belum optimalnya dukungan regulasi dan pasar. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak ESG terhadap kinerja UMKM tidak selalu sama, melainkan dipengaruhi oleh faktor seperti ukuran usaha, akses pembiayaan, dukungan kebijakan, dan karakteristik industri. Oleh karena itu, pengembangan green entrepreneurship, rantai pasok berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting agar UMKM Indonesia mampu meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


Narasumber: Mitos Urgel ( Board President WFTO Asia)

Berdasarkan pemaparan narasumber, dapat disimpulkan bahwa Fair Trade merupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu UMKM menghadapi perubahan ekonomi global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Melalui penerapan prinsip-prinsip fair trade, produsen, petani, dan pekerja dapat memperoleh harga yang adil, upah yang layak, kondisi kerja yang baik, serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Narasumber menjelaskan bahwa fair trade tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat kepercayaan konsumen, dan membuka peluang akses ke pasar internasional yang semakin peduli terhadap praktik bisnis yang etis dan berkelanjutan. Selain itu, fair trade mendorong pelaku usaha untuk lebih memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dalam kegiatan usahanya. Oleh karena itu, melalui kerja sama antara UMKM, pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi fair trade, diharapkan tercipta ekosistem usaha yang lebih berkelanjutan sehingga UMKM Indonesia dapat terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan produsen lokal, dan memiliki posisi yang lebih kuat dalam persaingan pasar global.


Narasumber: Yolita Ainun Rahmawati, SE. (Direktur Yayasan Pekerti) 

Berdasarkan pemaparan narasumber, dapat disimpulkan bahwa Pekerti Nusantara memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan dan pemberdayaan perajin Indonesia sejak tahun 1975. Melalui penerapan prinsip fair trade, organisasi ini berupaya menciptakan perdagangan yang lebih adil dengan membantu perajin dan produsen kecil memperoleh akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Narasumber menjelaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai sosial, budaya, dan lingkungan secara seimbang. Oleh karena itu, Pekerti Nusantara tidak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan perajin, tetapi juga berupaya melestarikan warisan budaya dan mendorong praktik usaha yang bertanggung jawab. Selain itu, keberhasilan pembangunan bisnis berkelanjutan memerlukan kolaborasi yang erat antara perajin, pelaku usaha, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai mitra lainnya. Dengan kerja sama tersebut, produk-produk lokal Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.


Narasumber: Ira Puspita (Kayu&Co Australia)

Berdasarkan pemaparan narasumber, dapat disimpulkan bahwa UMKM Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menembus pasar internasional apabila mampu menerapkan prinsip fair trade dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Narasumber menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun cerita produk yang kuat, menjaga hubungan yang adil dengan para produsen, serta memenuhi standar yang ditetapkan pasar global. Melalui pengalaman membangun Kayu&Co Australia, ditunjukkan bahwa kemitraan yang berkelanjutan dengan perajin lokal dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, yaitu membuka akses pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen. Namun, terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi, seperti menjaga konsistensi kualitas produk, memenuhi persyaratan pasar internasional, dan menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi ekonomi global. Oleh karena itu, penerapan prinsip fair trade, inovasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia sehingga mampu berkembang dan bersaing secara berkelanjutan di pasar global.


Narasumber: Ratna Hartien (Senior Advisory Lead Angin Advisory)

Berdasarkan pemaparan narasumber, dapat disimpulkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya memerlukan pertumbuhan bisnis dan keuntungan finansial, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Narasumber menjelaskan bahwa melalui pendekatan impact investing, ANGIN berupaya mendukung UMKM dengan membantu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat model bisnis, serta memperluas akses terhadap pendanaan dan kemitraan strategis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kapasitas manajemen, dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pelaku usaha, investor, pemerintah, serta berbagai lembaga pendukung untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendorong perkembangan UMKM secara optimal. Dengan adanya dukungan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kinerja usahanya, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Resume Seminar Internasional

Resume Seminar Internasional Nama: Lulu Septiani NIM: 43224010046 Drive Resume Seminar Internasional Lulu Septiani (4/6/26):  https://drive....